Meriahnya Pembukaan MTQ Nasional XXVI di Lombok

Assalamualaikum,

Semalam (30/7) acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI resmi dibuka oleh Bapak Presiden Republik Indonesia. Sebagai salah satu pendukung acara (Tim Paduan Suara), saya merasa sangat haru semalam. Acaranya sangat khidmat, dan kental nuansa budaya khususnya budaya NTB, yang merupakan tuan rumah pelaksana di acara MTQ kali ini.




Meskipun acara dimulai ba'da isya, tetapi saya dan teman-teman dari padus Unram (fyi, jangan minta saya bernyanyi solo) sudah harus berada di venue jam 6 sore. Setelah selesai make up di SMPN 2 Mataram, kami berjalan kaki menuju venue karena sepanjang jalan langko dan jalan pejanggik, dan area lain sekitar Islamic Center sudah ditutup sejak siang hari untuk mensterilkan lokasi acara. Dan ternyata sepanjang jalan sudah dipenuhi oleh warga yang antusias menonton. Jujur saya salut banget sama warga NTB, khususnya Ibukota Mataram. MTQ XXVI benar-benar terasa suasananya, seluruh warga gembira menyambut acara ini tidak peduli ras, suku, bahkan kepercayaan. Hal ini sangat saya rasakan semenjak hari pertama saya dan teman-teman pengisi acara mulai latihan di Islamic Center. Tribun pasti selalu penuh oleh orang-orang yang menonton. 

Selain bikin kami semangat latihan, keramaian semenjak jauh-jauh hari ini juga mendatangkan rejeki untuk para pedagang asongan. Dan yang paling berasa efeknya dari keramaian warga yang setiap harinya menonton adalah mengurangi rasa nervous saya saat hari H. Karena sudah terbiasa melihat tribun ramai, jadi rasanya seperti masih tetap latihan. Tapi sayang mereka tidak bisa memasuki venue saat hari H, karena yang boleh masuk hanyalah tamu undangan dan pengisi acara yang memiliki id card. Memasuki tempatpun dilakukan dengan prosedur yang begitu ketat oleh panita dan tim paspampres demi keamanan, kelancaran, dan kesuksesan acara. Banyaknya warga yang antusias menonton ini disiasati dengan penempatan beberapa layar besar di luar lokasi sehingga warga dapat menyaksikan juga.





Pembukaan MTQ XXVI menyuguhkan acara yang sangat spektakuler menurut saya, sinergi dari lighting, hiburan, tempat, dan seluruh yang mendukung acara membuat saya berkali-kali merinding bahkan hampr menjatuhkan air mata. Tapi saya harus tahan, demi make up cyin. Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, kami tim padus khususnya saya merasa sangat senang dan bangga sekali dapat bernyanyi di acara akbar ini apalagi dihadapan Bapak Presiden RI. Untuk yang mau mlihat penampilan kami, nanti saya cantumkan videonya. Maafkan wajahku yang begitu menghayati saat nyanyi (halah alibi wkwk). 

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pengenalan khalifah dari 34 provinsi. They were so cool, i'm so jealous.  Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, kemudian sambutan dari Bapak Jokowi yang kemudian secara resmi membuka acara MTQN XXVI ini. Uniknya, dalam pembukaan ini Bapak Jokowi bukan menabuh gong, atau gendang biasa. Beliau membuka acara dengan menabuh Gendang Beleq yang dibawa langsung oleh penabuh aslinya. Gendang Beleq adalah gendang besar khas Lombok, yang mungkin besar dan tingginya sebesar saya hahahaha. Tabuhan Bapak Jokowi disambut oleh 24 penabuh Gendang Beleq lainnya, yang melanjutkan menjadi atraksi tarian Gendang Beleq. Di tengah-tengah atraksi muncul tiga kuda, yang ditunggangi bapak-bapak dari Polda yang membawa bendera. Keren banget, meskipun saya suka takut liat kuda pertama yang wajib lari paling kenceng semenjak hari pertama latihan.

A photo posted by Joko Widodo (@jokowi) on




Kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera MTQ yang diiringi Hymne MTQ. Senang sekali saat bagian menyayikan lagu hymne, karena selesai lagu seluruh hadirin tepuk tangan. Kamu tahu kan perasaan saya? iya kamu tahu. Belum lagi kami diiringi oleh Kang Purwacara dan orkestra langsung, membuat kami makin senang dan bangga, Alhamdulillah, terima kasih sekali sudah diberi kepercayaan jadi salah satu pendukung acara. Mungkin ini kesempatan satu-satunya untuk mengisi acara MTQN. Percaya nggak percaya dulu saya waktu sd pingin banget bisa tampil dihadapan RI 1, pinginnya waktu 17 Agustus tapi sadar diri nggak mungkin banget jadi paskib karena pendek terus kalau nyanyi masih yang apalah aku, jadilah saya mencoba melupakan mimpi khayalan saya yang itu. Eh taunya semalam kejadian. Alhamdulillah, Allah selalu punya cara ya. Allah memang maha baik, setiap doa Allah pasti ijabah di waktu yang tepat.


3 awsome pictures belongs to Haris Dimensi (Facebook)

Puncak acara hiburan diisi oleh tarian kolosal kurang lebih 200 penari. Saya lupa judul tariannya, tapi buagus banget. Tarian ini menceritakan bagaimana perjalanan Islam masuk ke pulau Lombok. Lengkap dengan properti singgasana cucu Sunan Giri, perahu sungguhan, tongkat, dan properti kecil lainnya membuat tarian ini makin mempesona para hadirin. Salut banget sama pembuat naskah, pembuat gerakan, dan seluruh penari serta aktor yang memainkannya. Dapet banget feelnya, buat saya merinding. Meskipun sempat kesal saat hari pertama latihan karena tarian ini memakan waktu yang sangat lama yang buat padus harus menunggunya selese baru bisa latihan hehehe tapi tetep SALUT banget untuk tarian kolosal ini. 
Awsome.

Selesai tarian kolosal, tribun terlihat mulai kosong satu persatu seiring dengan Bapak Jokowi yang meninggalkan tempat acara. Duh, saya dalem hati mau teriak bilang jangan pergi duluuuu ada Vidi Aldiano. Memang orang-orang belum tahu siapa saja pengisi acara karena tidak ada pemberitahuan, bisa dibilang hanya pengisi acara yang ikut gladi bersih saja dan panitia yang mengetahui bintang tamu. Untuk penyanyi, acara pembukaan dimeriahkan oleh si kembar Mba Ina dan Nia - kakak kelasku semenjak SMP yang emang penyanyi hitz multitalent. Mungkin beberapa dari kalian nggak asing dengan Mbak Nia atau Denta Haritsa yang merupakan pemenang Sunslik Hijab Hunt 2016. Selanjutnya ada Fitri The Voice, terus ada Kak Devi juga kakak kelas saya di SD dulu yang emang sudah jadi penyanyi saat itu. Lalu ada Bimbo, band religi yang nyanyi sajadah panjang. Terakhir, ada si ganteng Vidi Aldiano dan adiknya Vadi yang luarbiasa ganteng.


Acara mulai tidak terkontrol semenjak Fitri The Voice menyanyi, orang-orang mulai turun mendekati panggung untuk mengambil gambar. Pun dengan tim Paduan Suara, yang turun mendekati panggung utama. Kami berada di panggung yang sama, hanya saja pada tempat yang lebih atas. Teman-teman sudah mulai berdiri saat Fitri berada di pertengahan lagu, suaranya memang bagus ternyata. Maklum saya belum pernah nonton the voice di tv hemmm. Saat Bimbo keluar, anak-anak muda masih santai meski ada di sekitar panggung. Tapi bapak-bapak mulai tidak santai, beberapa bahkan nekat naik keatas panggung lalu mendekati om-om Bimbo yang sedang bernyanyi untuk minta foto. Mungkin beliau-beliau sedang bernostalgia, karena berada di era yang sama hehehehe.


Selesai Kak Devi menyanyi, tempat semakin tidak terkontrol. Belum lagi seluruh orang sudah boleh masuk ke dalam Islamic Center sehingga membuat mereka memadati panggung, bahkan naik dan berdiri di pinggir panggung. Saya yang berdiri di panggung pun tidak bisa melihat ketampanan Vidi Aldiano secara langsung karena tertutupi banyaknya orang, kemudian saya memilih untuk turun dan menyaksikan dari bawah. Vidi Aldiano menyihir acara semalam, meski tampil terakhir dan di jam yang larut tapi antusiasme warga malah semakin menjadi-jadi. Beberapa nekat melompat keatas panggung, dan bahkan ada seorang pria yang tiba-tiba memeluk Vidi. Iri, tapi bikin geli, Maaf ya Vidi salamku untuk Vadi hahaha #tetep.






Sekitar pukul setengah sebelas acara pembukaan benar-benar selesai, tapi warga banyak yang memilih diam dan menghabiskan malam minggu mereka di sekitar Islamic Center. Sepanjang perjalanan banyak spot menarik yang disediakan untuk berfoto ria atau sekedar selfie. Lampion-lampion cantik, dan lampu-lampu yang indah siap menemani malam di sepanjang jalan di Kota Mataram satu minggu kedepan.


Semoga MTQN sukses dan NTB berhasil menjadi tuan rumah yang baik untuk seluruh kafilah yang akan berjuang. Selamat Berjuang seluruh Kafilah MTQN, semoga setiap nafas dan langkahmu dalam MTQN ini dicatat oleh Allah sebagai perjuanganmu dijalanNya. Aamiin Insha Allah.

Wassalamualaikum.

Share:

8 comments

  1. Kabarnya ada anak Smanda yg meninggal ya?

    Baru tau adeknya vidi aldiano, lebih cakep timbang kakaknya ya, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, tapi itu meninggalnya pas pawai. H-1 Pembukaan. Kebetulan ini lagi baca beritanya http://www.suarantb.com/news/2016/07/30/4436/gubernur.melayat.ke.rumah.korban.pohon.tumbang

      iya gagahan adeknya lebih manis :D tapi sayang karena blm terlalu terkenal lebih banyak yg notice kakaknya haha

      Delete
  2. acaranya seru banget ya mbak sepertinya :D
    pengen lihat tarian kolosalnya deh hehe

    salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh di notice senpaiiiiii hihihi

      Hallo kak, iya seru banget kolosalnya paling di tunggu2. nonton di youtube aja, videonya udah aku cantumin :D

      Delete
  3. apalah kita yg rakyat jelata ndak bisa nonton langsung ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm ngga boleh gitu :p besok nonton penutupannya langsung yaaa :D

      Delete
  4. waduuh seru banget nih acaranya, ram banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, respon di masyarakat ternyata bagus sekali. semuanya berbondong-bondong buat nonton :D

      Delete