Menikmati Hujan di Gili Trawangan

Setiap orang yang sedang berlibur pasti menginginkan cuaca yang cerah, langit biru, angin sejuk, pokoknya seperti suasana summer deh. Apalagi untuk liburan di sebuah pulau kecil seperti Gili, yang memang surga untuk menjalani liburan summer-mu. Tetapi apa jadinya kalau liburan yang kamu idam-idamkan tiba-tiba harus berubah total karena hujan deras mengguyur Gili Trawangan sepanjang hari? Kesal, pasti. Belum lagi background foto pinggir pantai dijamin kehilangan latar langit cerah, duh pasti sebel banget ya.



Hujan datang sebagai rejeki, kalau nggak hujan nanti bumi bisa kekeringan. Jadi, mestinya kita bersyukur akan hujan bukannya menggerutu karena rencana liburan kita terancam gagal. Banyak hal bisa kita lakukan di Gili saat hujan, asal kita happy dan menikmati. Gili nggak melulu tentang berjemur kok, kamu bisa tetap menikmatinya meski langit tak berwarna biru. Banyak hal seru yang bisa dilakuin untuk menghabiskan sepanjang hari yang hujan di Gili Trawangan.

Seperti Jumat pagi itu, saat saya berangkat dalam keadaan cuaca yang sangat cerah dan sampai di Trawangan pun langit masih biru. Tetapi lima belas menit berkeliling tiba-tiba langit berubah menjadi abu, dan tak lama hujan deras mengguyur gili. Tidak kehilangan akal akhirnya saya dan teman saya memilih untuk menghabiskan waktu saat hujan dengan santap siang di sebuah cafe pinggir pantai. Makan di cafe, atau sekadar duduk menikmati secangkir kopi hangat dari bar-bar yang berjajar di gili bisa menjadi alternatif buat kita yang mau menikmati hujan di trawangan.


Saat hujan suasana Trawangan semakin terasa vintage, romantis, dan sangat jauh dari kata galau. Entah kenapa gili itu selalu romantis, bukan galau. Meski hujan, setiap playlist cafe tetap akan memutarkan lagu RnBcountry, reggae, yang happy-happy deh pokoknya. Keseruan akan bertambah kalau kamu menikmati hujan di gili bersama dengan teman-teman atau keluarga, atau yang paling seru dan romantis plus-plus sama si mas pacar yang sudah halal #halah





Bila enggan untuk duduk di cafe dan lebih ingin mengelilingi gili, cidomo bisa menjadi pilihan. Duduk manis diatas transportasi umum satu-satunya yang ada di gili ini akan memberikan sensasi tersendiri saat hujan. Fyi, di gili tidak ada kendaraan lain selain cidomo yang berarti tidak ada polusi di gili. Yay #giliasiq #gilimantap #sipwalaupunkrik . Satu tips buat yang mau menggunakan cidomo, keluarkan keahlian menawarmu yang paling dalam biar bisa dapat harga lokal.

Kalau hujan mulai reda dan tersisa rintik-rintik, cara paling seru untuk menikmatinya adalah bermain di pinggir pantai. Laut Trawangan nggak kehilangan pesonanya saat hujan, masih tetap bersahabat dan memanjakan mata. Yang membahagiakan dari hujan, kamu nggak perlu takut gosong untuk sekedar bermain air di pinggir pantai kan?






Setelah puas bermain di pinggir pantai, selanjutnya kamu bisa sewa sepeda untuk mengelilingi gili trawangan. Mengayuh sepeda dibawah rintik hujan seru sekali rasanya, tapi jangan lupa pakai topi pantai kamu ya. Di gili sangat banyak tempat penyewaan sepeda, dan tarifnya sangat beragam ada yang menarik tarif untuk perjam bahkan perhari. Harganya ada dikisaran puluhan ribu sampai dengan seratus ribuan.



Hujan di Gili Trawangan bisa kamu nikmati sekitar bulan Februari sampai dengan April. Menjawab beberapa pertanyaan, untuk menuju Gili Trawangan dari BIL kalian bisa menggunakan bus damri tujuan Senggigi kemudian dari Halte Senggigi kalian bisa menggunakan transportasi umum atau taxi untuk menuju Pelabuhan Bangsal yang ada di Pemenang, sekitar 25-35 menit dari Senggigi.

Selamat liburan! Jangan Mau ke Lombok, Nanti Nggak Mau Pulang!

Share:

6 comments

  1. Gili oh Gili.. Jadi kangen Lombok.. Jadi kangen Indonesia 😇😇

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo main ke Lombok, tapi hati-hati nanti nggak mau pulang hihihi memangnya skg Mba Indah tinggalnya dimana?

      Delete
  2. Jangan mau ke lombok, nanti gak mau pulang.. ahh aku tetap mau ke gili.

    ReplyDelete
  3. kalo udah ke lombok, balik ke jakartanya jadi males.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesuai pepatahnya, jangan ke Lombok nanti nggak mau pulang, kan? :p

      Delete