Bandung dalam Khayalku

by - 12:49:00 am

Bandung tahun 1989. source : here
Tulisanku kali ini akan menjadi tulisan yang berbeda dari tulisan-tulisanku sebelumnya, akan kugunakan kata aku sebagai cara untukku mengekspresikan apa yang benar-benar ingin kusampaikan. Cerita adalah nyata, bukan cerita yang kubuat. Isi perasaan yang bingung bagaimana caranya untuk aku sampaikan.

Bandung, ialah sebuah kota impian yang selalu aku khayalkan akan menjadi tempat tinggalku kelak bersama sang jodoh. Namun Bandung yang kuinginkan bukanlah Bandung saat ini. Dalam tayangan khayalku, setting Bandung begitu sepi dari hiruk pikuk kendaraan, banyak pohon dipinggir jalannya, hujan, dingin, dan belum banyak bangunan megah. 

Aku begitu mencintai Bandung sejak SMP, sekitar tahun 2007. Saat ini segala hal aku mulai cari tentang Bandung, bahkan saat mendaftarkan diri pada akun Facebook pertama kali, orang-orang yang aku tambahkan sebagai teman ialah kebanyakan orang Bandung. Sampai pada akhirnya aku mengenal seseorang yang benar-benar membuatku mencintai Bandung seutuhnya.

Sebut saja Zema, seorang cowok, murid salah satu SMA favorit di Bandung. Darinya aku banyak tahu tentang Bandung, setiap hari aku saling mengirim pesan dan bercerita, terlebih mengenai Bandung untuk membayar rasa penasaranku. Tak jarang aku menghabiskan sepanjang waktu malamku dibuatnya hanya untuk mencari tiket promo murah ke Bandung, hotel murah, serta referensi tempat wisata. Sering kali ia menceritakan bagaimana Bandung begitu romantis saat hujan, bagaimana berteman di Bandung, juga hal-hal seru lain tentang Bandung yang ia ceritakan melalui suara beratnya di telepon.

Lama sudah kak Zema pergi tanpa kabar, kami benar-benar hilang kontak. Akun Facebooknya pun sudah tak ada. Bandungku rasanya benar-benar hilang. Beberapa tulisanku dalam blog ini dulu pernah kubuat untuknya karena tak mampu lagi membendung rindu. Bahkan air mataku selalu jatuh saat kupandang beberapa foto yang kuambil dari facebooknya sebelum facebook itu hilang. Aku merasa romantisme Bandung benar-benar ada pada dirinya.


Dago Bandung, cource : here
Aku bahkan tak pernah tau ingin ke wisata mana jika ke Bandung, satu-satunya hal yang paling menarik bagiku adalah Kak Zema. Dia tahu betul bagaimana cara menceritakan Bandung sampai membuatku begitu menyukainya. Entah apa magnet yang Bandung punya, tapi setiap aku rindu Bandung dan Kak Zema tanpa kusadar air mataku pasti sudah jatuh membahasi kulit pucat pipiku.

Sesekali kucoba untuk melupakan kak Zema, tapi tidak dengan Bandung. Entah. Belum lagi setelah kutemukan sebuah cerita pendek dari blog Ayah Pidi Baiq yang kudapatkan informasinya dari seorang teman baik. Cerita pendek yang akhirnya dijadikan novel itu membuat perasaan jatuh cintaku semakin menggebu-gebu untuk Bandung. Seluruh setting tempat dan nuansa romantis yang kubangun pada cerita khayalku benar-benar kutemukan dalam Novel berjudul Dilan itu. Bahkan sosok kak Zema benar-benar kutemukan pada tokoh Dilan. 

Mungkin suatu saat aku benar-benar akan ke Bandung, mengunjungi Dago dan benar-benar menumpahkan seluruh rinduku yang selama ini telah lelah mencari tuannya. Mencicipi setiap hidangan kuliner khasnya, menyantap batagor, cimol, dan cireng di pinggir jalanan kota Bandung dibawah rerintikan hujan di Kota Bandung, lalu berjalan di antara gerimis kecil di depan Gedung Sate. Kemudian menikmati lampu-lampu cantik di halaman Gedung Sate saat malam dengan suasana yang dingin khas Bandung di tahun 1990an.

Gedung Sate; source

Akan kususuri jalan di kota yang selalu menjadi latar cerita khayalku, yang selalu menjadi kota impian yang kuucap dalam setiap doa selepas shalatku.

Bandung tak hanya sekedar kota, tapi dia rumah bagi perasaan dan rinduku, yang tak mungkin bisa terlupakan.

Tulisan ini diikutkan dalam niaharyanto1stgiveaway : The Unforgettable Bandung
Wassalamualaikum.

You May Also Like

22 comments

  1. Semoga suatu saat nanti bisa mengunjungi Bandung, ya, Ema.
    Terima kasih sudah berpatisipasi dalam GA saya.
    Sudah saya catat URL-nya. :)

    ReplyDelete
  2. saya juga punya impian ke bandung, gak neko-neko sih mau kemana cuman saya penasaran dengan bentuk dan pola kotanya, bagaimana sosial masyarakatnya dan tentunya mau lebih tau tentang budayanya. kalau pun ada tempat ya saya mau ke hutan babakan siliwangi sama taman jomblo

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya tata kotanya bagus banget kalau aku baca-baca, tapi takut ah mas kalo ke Taman Jomblo nanti malah galau dibawahlampu taman terus ujan terus jadi baper ngga bisa pulang :") :D

      Delete
  3. Udah aku follback ya ema,, gak nyangka nemu blogger lombok,, aku jg dr lombok lho.. tp skrg di jawa.. kita sama2 belum pernah ke gili dan ke bandung, wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohyaaaa????? aku kaget lo ini kak, nggak nyangka :"D
      Tinggalnya di Sub ato Mlg kak? semoga tahun ini bisa ke dua tempat itu ya kita aamiin :)

      Delete
  4. Saya pernah ke Bandung, Ma.. Jalan-jalan hahaha.
    Saya baru mulai baca Dilan, keren. Kenapa gak dari dulu yq saya baca? Haha..
    Pinjam Dilan 2 Ma

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tau kok tauuuuuu-_-
      Gawah lasing kenapa ndak baca dari dulu :")
      Saya kasi kamu pinjem, tapi cariken lah Dilan yang asli dulu satu :D hahaha

      Delete
  5. Aku ke bandung baru sekali, pas piknik SMK. Itu aja udah terkesima banget aku sama bandung. Soalnya waktu beli oleh-oleh gitu, mbak-mbak yang jual cuantik banget :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. lama banget itu kak, kalo kesana sekarang mesti kaget ya banyak banget yang berubah :") apalagi aku yang nggak pernah kesana cuman berkhayal terus hahaha

      Ke Lombok kak, waktu beli oleh oleh pasti nemu mbak mbak.....beranak dua :") Tapi cius deh harus ke Lombok :p

      Delete
  6. Ah pengen juga ke Bandung. Pengen kulineran :D

    ReplyDelete
  7. iya bener, kuliner di Bandung enak enak, orangnya kreatif dan jago buat menu baru :D

    ReplyDelete
  8. Kapan yah bisa jalan ke bandung, pengen banget tapi gak kesampaian nih.

    ReplyDelete
  9. bandung serupa dengan Bali.. tak akan pernah habis untuk di ceritakan dan takkan pernah bosan untuk dikunjungi kembali :) terlebih jika yang sudah punya kesan mendalam terhadapnya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga langkahku Allah pemudah untuk menuju Bandung ya :)

      Delete
  10. Ayo mbak kalau ke bandung nanti saya ajak jalan-jalan wisata plus kuliner hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhhh doain yaaaa aku pingin banget deh beneran huhu

      Delete
  11. Hai Ema, salam kenal ya.

    Tulisan kamu ini mengingatkan aku akan impian ku waktu SMA, ya Bandung adalah kota cita-citaku untuk menuntut ilmu.

    Dan Alhamdulillah saya pernah diberi kesempatan menuntut ilmu dikota itu, jatuh cinta di kota itu, patah hati dikota itu, mengejar masa depan dikota itu, menjalani kehidupan rumah tangga di kota itu, dan bekerja dikota itu.

    Tapi setiap tahun saya pasti ke Bandung entah dalam event apapun.

    Ini terakhir saya kebandung, masih tahun ini. Dan belum ada rencana lagi kapan akan ke kota itu lagi.

    http://punyawuri.blogspot.co.id/2016/06/bandung.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku sedang membaca tulisanmu Mbak, dan sepertinya akan kuklik tombol follow segera hehehe

      doakan aku bisa ngikutin jejaknya ya Mbak hihihi aamiin

      Delete