Bukit Seger [Seger Beach, Lombok]

Assalamualaikum,


apa kabar? doakan saya supaya bisa mencoba konsisten untuk menuntaskan beberapa draft postingan di Januari ini yaa. Walaupun jarak postingan ini agak lama dari post sebelumnya, maklumin yaaa. Habisnya saya kemarin terlena menikmati hadiah dari Zalora (duh sombong banget mbak). Bukannya gitu, tapi emang hadiahnya bagus banget! 3 hari setelah postingan saya tentang Hadiah untuk Tersayang [Gili Kondo, Lombok], hadiah yang saya pilih sendiri sebagai feedback atas post tersebut dari Zalora sudah sampe dengan manis di rumah. Gimana nggak seneng? Thanks Zalora!

-----------------------------------------------------------------------

Meski Indonesia sempat nggak aman beberapa saat kemarin terkait Teror Sarinah, dan ada negara yang langsung mengeluarkan travel warning untuk berwisata ke Indonesia, tapi saya tetap mau bercerita tentang perjalanan asik saya ke tempat indah di Lombok. #KamiTidakTakut

Namanya juga saya anak pulau, kalau ditanya bangunan megah mungkin di Lombok baru sedikit tapi kalau mau jalan terus ke selatan pasti nemunya pantai gili, utara pantai gili gunung bukit, timur barat juga sama. Jadi yha.... bisa dipastikan setiap liburan memori kamera dan HP akan penuh dengan gambar air, bukit, dan panorama alam lainnya karena memang alam Lombok lebih mencolok daripada bangunan gedungnya. Contohnya liburan semester lalu saya sama temen kelas di kampus lagi seneng-senengnya ngetrip untuk jalin ke akraban. Setelah ke Benang Stokel dan Benang Kelambu, kami pergi ke tempat selanjutnya; Pantai Seger.

Pantai Seger atau Seger Beach (Se-dibaca seperti e pada Tema, Ger-dibaca seperti e pada Gelandang), berada di Lombok Tengah. Sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan mobil/motor dari Mataram, atau 45-60 menit dari Lombok International Airport. Dari Pantai Mandalika (dulu Pantai Kuta) kamu tinggal berbelok ke arah kanan dan lurus mengikuti petunjuk arah yang ada.

Sampai di Pantai Seger, ada pos penjaga dan kamu perlu membayar 5000 rupiah (kalo tidak salah) sebagai retribusi dan biaya parkir. Tenang, orang-orangnya bukan preman atau orang jahat kok. Mereka adalah warga setempat yang memang bertindak sebagai petugas. Pungutan juga digunakan untuk perawatan tempat wisatanya (terbukti mushalla dan kamar mandinya bagus). 

Setelah masuk di area pantai, saya dan teman-teman memilih parkir di samping satu-satunya warung yang ada di sana. Cuman bisa bilang "Subhanallah, Mashaa Allah bagus bangetttt" waktu sampai. Kami duduk sebentar di warung kecil itu, terus temen saya yang liat ke arah bukit  bilang "wah seru tuh kayaknya, naik yuk" diikuti langkah kakinya yang berlari kecil karena panas terik. Saya yang anaknya memang "yaudah masa bodo namanya juga liburan, harus berani sama cuaca lah" langsung lari ninggalin temen saya si Naya yang ta-kut ba-nget sama panas dan rela pake jaket tebel berlapis-lapis supaya ngga kena panas haha. Bener aja, saat semua orang lari ke atas bukit, dia rela duduk sendiri nungguin kita di bawah. Clap! clap! clap!

Fyi bukitnya landai, kamu nggak perlu menyiapkan alat-alat pendakian kok. Cukup kenakan sendal yang nyaman dan nggak licin, kamu sudah bisa menaiki bukit ini dengan selamat asal hati-hati.

vie from half-above

"Mo, fotoin dong dari situ (bawah)" - Fitri



Waktu itu berat saya masih 60 keatas, jadi bisa dibayangkan gimana lelahnya saya untuk mendaki bukit yang sebenernya landai-banget itu. Tapi Alhamdulillah karena kelambatan saya, teman-teman saya bisa menikmati indahnya difoto dari bawah. Selamat ya teman-teman!

Semua kelelahan terbayar waktu saya benar-benar sampai di atas. Waktu itu kami juga datangnya bersamaan dengan setelah musim hujan, jadi bukitnya masih hijauuu! yang versi gersang warna coklat karena nggak ada rumput juga pernah saya kunjungi dan pemandangannya nggak kalah bagus, tapi semua dokumentasi ada di hp teman yang sudah tidak bisa saya hubungi lagi sekarang huhuhu 




Foto diatas adalah pemandangan square dari atas bukit, kami memarkir motor di dekat warung kecil itu bersama Naya yang merenung sendiri takut kepanasan. Btw, pemandangannya bagus banget ya? Iya!
"Nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan?"
view ke arah selatan



Foto dengan pose Deni sok candid ini backgroundnya adalah view arah timur. Rasanya kenyang banget sama keindahan, berdiri lama-lama di bukit ini. Tahun 2015 itu masa hits dari Bukit Seger, tapi apalah aku yang tidak bisa mengikuti trend dan baru bisa posting keindahan ini di 2016 hahaha







Untuk foto-foto keindahan di bawah bukit, atau di pantainya tunggu next post yaaa. 

Akhir kata, selamat liburan semester ya teman-teman seper-mahasiswa-an! Kalau kamu nanya "Ema, liburan kali ini kemana?" Jawabannya "Nunggu kalian yang mau ke Lombok, ngajakin aku jalan!" :p

"Teman yang baik atau buruk itu baru kamu tahu kalau kamu sudah pernah melakukan perjalanan sama dia, apalagi berhari-hari. Alam bakal ngasi tau kamu watak aslinya." Temanku, 19 th, seorang pendaki gunung.

Wassalamualaikum.



Share:

0 comments