Toeng Pengembala Dunia Maya

by - 10:40:00 pm

Sebut saja namaku Toeng, anak lelaki dari Indonesia bagian Timur. Umurku sekarang 17 tahun, dan aku masih kelas 1 SMA. Mungkin ini tidak lazim untuk kebanyakan orang, namun untukku bisa sekolah saja sudah lebih dari cukup. Banyaknya hambatan, membuatku tidak bisa sekolah dengan lancar, aku masuk SD ketika berumur 8 tahun lebih. Tempat sekolah juga sangat jauh, jangankan mencari yang mereka sebut internet, mencari handphone saja susahnya minta ampun. Sampai akhirnya aku membaca buku di perpustakaan sekolah yang judulunya “internet, perpustakaan dunia” lalu aku berfikir, apa itu internet? Apakah itu adalah sebuah bangunan? Lalu jika itu dalah sebuah bangunan yang disebut perpustakaan, sebesar apakah itu? Tentu lebih bagus dari perpustakaan sekolahku yang reot  ini. Aku bingung, dan tentu saja penasaran tingkat ankut ingin melihat apa yang disebut internet. Setiap hari kusempatkan diri untuk membaca buku di perpustakaan, sampai Pak Pustakawan itu hafal betul kapan waktu aku berkunjung ke perpustakaan. Kian hari aku semakin mengerti, apa yang di sebut internet itu, ternyata itu adalah dunia maya, bukan dunia nyata. Itu merupakan jaringan global, kita bisa mencari apa saja disana.
“wah kapan internet itu akan ada disekolahku?” aku benar-benar mengharapkan hal itu
Kutingkatkan waktu belajarku, jika suatu saat internet belum juga sampai disini, maka aku yang aka mencarinya keluar. Itulah prinsipku sekarang. Jika dalam sehari, waktu belajarku  hanya malam saja, kini ketika aku pulang sekolah, kusempatkan juga untuk mengulang pelajaran yang telah diberikan sekolah tadi.
**
Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan. Setelah 3 tahun aku berkutat dengan buku dan mengembala ilmu dalam sekolah ini, akhirnya hari ini datang juga.
“Toeng, selamat! Tahun ini kamu menjadi lulusan terbaik. Persyaratan beasiswa yang sempat kau ajukan beberapa waktu lalu, sudah dikirimkan juga hasilnya. Kau diterima. Selamat nak, selamat!” Bapak kepala sekolah yang tampan itu, memberikanku selamat dengan logat khas timurnya. Akhirnya kini aku bisa mencari internet itu, internet i’mmm cominggggg!
**
Sudah 2 tahun aku sekolah di universitas negeri ini, tentu saja karena beasiswa itu. Sekarang setiap hari aku bisa menelusuri perpustakaan dunia itu. Awalnya aku kagum, sempat aku mati gaya didepan teman-temanku, karena tak tahu bagaimana cara menjalankan internet itu. Tetapi tidak dengan sekarang, aku merasa sudah begitu lancar menggunakannya, bahkan setiap minggu aku menjadi tutor atau guru les untuk anak-anak SMP tentang komunikasi dan teknologi. Universitas ini merupakan salah satu universitas favorit di daerah ini, jadi bisa kau bayangkan, bagaimana pergaulan dan penampilan mahasiswanya, mereka rata-rata ke kampus menggunakan barang bermerk dari ujung kaki hingga kepala. Begitu juga dengan alat komunikasi yang mereka gunakan, rata-rata semua menggunakan BlackBerry. Hal ini tentu membuatku juga ingin memiliki barang tersebut. Penghasilanku menjadi tutor atau guru les tiap minggu, kini kusisihkan sebagian untuk membeli gadget tersebut. Dan setelah 4 bulan, kini aku menjadi Blackberry-addict, penggemar akut blackberry, hampir 1/3 hariku ku gunakan untuk berhubungan dengan smart phone  tersebut. Kini aku gila internet, pengunjung tingkat akut perpustakaan dunia itu. Kini aku bukanlah Toeng yang hanya membaca tentang dunia maya itu diperpustakaan reot SMAnya, kini bahkan aku bisa berkunjung langsung dari tempat tidurku. Setiap malam, selesai belajar, aku pasti membuka twitter, untuk mengupdate keseharianku. Dan akibat hal ini, aku menjadi lumayan tenar dikampusku. Mereka menjulukiku “om Toengter” yang artinya “Om Toeng anak Twitter” . Entah mengapa, aku begitu eksis sekarang, sampai mereka menyebutku seperti itu. Tapi tak apalah, ini awal menuju kesuksesan.

1 tahun menuju sarjana. Aktivitasku bersama pasangan ku kini (internet) semakin sering. Aku kini menjalankan sebuah bisnis online, dan aku juga sering menulis di website pribadiku. Jika kau bertanya pada setiap orang dikampusku “apakah kau mengenal Toeng? Tentu saja mereka akan menjawab “oh om Toeng, kenal lah. Siapa sih yang nggak kenal Om Toengsxis” kini mereka ubah namaku menjadi Om Toeng Eksis, karena kini sarangku bukan hanya di Twitter, tapi sudah meluas sampai ke website. Kini sebagian hidupku ada di internet, bisnisku sudah mulai meningkat, sampai akhirnya aku mempunyai sebuah ide, untuk tanah kelahiranku. Ku ambil BlackBerry ku, langsung saja aku menulis di twitter tentang desaku. Aku juga menyempatkan diri untuk pulang, menengok keluargaku, sekalian untuk mengambil gambar pemandangan desaku yang masih asri dan masih memiliki aroma khas daerah pegunungan itu. Ku posting beberapa photo itu di blog, aku update di twitter dan aku jadikan sebagai gambar dalam BlackBerry Mesangger ku. Sampai beberapa rekan bisnisku, akhirnya tertarik pada desaku. Dan hal ini kujadikan sebagai kesempatan untuk membuka bisnis baru, dan tentu saja membuat desaku bangkit dan terkenal. Kubuka jasa travel liburan atau kunjungan apa saja khusus untuk daerahku. Kusebarkan melalui dunia maya. Kini sebagian hidupku ada di dunia eksis itu. Karena permintaan kunjungan ke desaku semakin banyak, maka semakin seringlah aku pulang kampung. Rupiah demi rupiah ku kumpulkan, 3 bulan menjelang sarjana, kini aku sedang menyelesaikan tugas akhirku, uang hasilku bekerja kukirim ke desa. Kupercayakan uang itu pada adikku yang kurasa lumayan pintar, uang itu aku kirim untuk digunakan membuat sebuah organisasi untuk dijadikan wadah mengajarkan anak-anak didesaku. Melalui adikku, aku juga membuka sebuah warnet, untuk digunakan secara gratis didesaku. Aku berharap dengan seperti itu, bukan hanya aku yang memiliki gelar “eksis” tu, tapi warga desaku juga kelak akan mendapatkan gelar yang lebih dari pada itu. Eksis bagiku bukanlah sebuah hal negatif, eksis yang kumaksudku disini bukanlah eksis karena aku selalu menulis status tidak dijelas di facebook ku tiap menit. Tapi eksis disini adalah bagaimana aku yang mengendalikan internet itu, bukan internet yang mengendalikanku. Sebuah prinsip sederhana yang kini bisa membuatku sampai sperti ini.

**
3 bulan kemudian aku resmi menjadi Toeng dengan gelar sarjana informasi dan telekomunikasi, dengan bonus gelar “eksis”. Kini aku berkerja dalam perpustakaan dunia. Menjalankan bisnis online ku dan travel ke desaku. 1 bulan sekali aku pulang kedesaku bersamaan dengan travel ataupun pribadi untuk mengajar di organisasi yang telah aku buat dan untuk meninjau warnet itu. Aku berharap mereka semua bisa menjadi pengendali internet bukan dikendalikan internet. Hasil yang kuraih saat ini, tidak lepas dari dukungan AXISoperator GSM dan 3G dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, yang menyediakan Internet murah dan cepat. Tidak mungkin rasanya bisa sukses bila koneksi yangku punya lambat, oleh karena itu aku menggunakan AXIS, karena AXIS memiliki koneksi yang cepat dan biaya hemat.Aku Eksis melalui AXIS dengan caraku, dan kau juga akan eksis dengan caramu.
 

You May Also Like

12 comments

  1. kenapa namanya harus Toeng yah haha :p

    btw buat lomba nih. moga menang ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha biar kece aja ka vin:D
      iya Amin:) makasi ka vinah :3

      Delete
  2. Nice story, slamat mengikuti lomba dan smoga menang ;)
    Klo berminat tukaran backlink cekidot di mari Tukaran Backlink Gratis Dengan Cyber4rt Blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. hoho terimakasih:) amin makasih doanya:D

      Delete
  3. Replies
    1. yuk mari! cucok cyiiinn :D jangan lupa pakai exis ya whoho :p

      Delete
  4. sukses ya lombanya...
    *TOS* gw juga ikutan.. ^.^

    ReplyDelete
  5. Bermula dari perpustakaan sampai jadi sarjana. mantep

    Semoga menang ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah hidup Toeng sang pengembala dunia maya :p
      amin! makasi doanya bang:)

      Delete
  6. Mantap Tulisannnya...sukses buat semuanya!
    Salam Kenal dari One sm

    http://iwansmtri.blogspot.com/2012/01/eksis-dengan-internet-untuk.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe makasi:) amin ya! waalaikum salam:)
      sukses juga bang!

      Delete