Rakyat Desa adalah Aset Bangsa

by - 9:11:00 pm

suatu desa ternyata memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah, namun karena kebatasn kemampuan , akhirnya mereka hanya bekerja sebagai petani, tanpa bisa mengolah sumber daya alam yang di miliki desa mereka. ingin rasanya mereka meyuruh generasi penerus mereka untuk mengolah sumber daya alam itu, tapi apa daya. untuk pergi sekolah saja, mereka harus menempuh perjalanan yang sangaaaatt panjang, melewati anak gunung yang licin akibat hujan, melipat celana setinggi-tingginya, agar tidak basah menyebrangi sungai, saling berpegangan erat agar tidak terjatuh saat harus melewati jembatan reot. mereka rela menempuh perjalan yang begitu jauh dan penuh rintangan, bahkan mempertaruhkan nyawa mereka, hanya untuk satu tujuan, yaitu memperbaiki masa depan mereka, mengabulkan harapan orang tua, dan memperbaiki masa depan bangsa ini.

begitu juga dengan para guru di desa itu, mereka hanyalah orang-orang dermawan yang mau membantu bangsa ini. mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. jika saya menjadi salah satu dari mereka, mungkin saya akan lebih memilih bertani, karena menjadi guru seperti mereka hanya mendapatkan gaji yang sangat kecil, harus melewati jalan yang panjang untuk sampai disekolah, bahkan bisa dikatakan mempertaruhkan nyawa hanya untuk memperjuangkan masa depan bangsa. sungguh pengorbanan yang luar biasa namun tidak dibalas dengan imbalan yang seimbang. itulah pengorbanan yang sesungguhnya.

sementara itu, jauh di kota, mereka duduk santai diatas kursi yang empuk. rapat sana rapat sini, entah apa yang mereka bicarakan. diliput wartawan, katanya rencana pembuatan gedung baru untuk para pejabat. katanya pembuatan proyek baru untu rakyat. tidak lama berselang, muncul berita lagi, pejabat korupsi dana proyek pembuatan sarana untuk rakyat. bukankah itu berarti rapat yang sia-sia? mungkin tidak sia-sia sepenuhnya, tapi kalo ditanya bagaimana respon rakyat? pasti kecewa luar biasa. wakil rakyat mobilnya banyak, sedangkat rakyat masih pake becak, sekalinya pakai mobil, mobil angkutan tahun 70'an.

lalu saya bertanya? mengapa ketidak adilan masih ada? bukankah rakyat desa itu aset bangsa? bukankah semua dari kita adalah orang desa. saya memang tidak pernah berkhayal untuk bisa menjadi wakil wakyat apalagi DPD RI. namun ini sebuah perandaian, jika saya menjadi anggota DPD RI, yang saya akan lakukan adalah pemerataan bangunan. lebih memerhatikan rakyat kecil, membangun sarana dan prasarana di desa untuk memperbaiki aset masa depan bangsa. daripada saya membeli mobil 3, lebih baik saya membeli mobil 1 kemudian membangun sebuah bangunan sederhana didesa untuk rakyat. memeperbaiki sarana didesa, demi kesejahteraan bersama.

kata-kata itu semua akan mustahil terwujud, jika hanya janji belaka. bisa saja awalnya memang niat, tapi dalam proses ada hal yang menghalang, membuat saya melakukan sesuatu yang keluar dari kesadaran. oleh karena itu, jika saya menjaadi anggota DPD RI, saya akan menjalankan semua itu penuh dengan rasa ikhlas, dan kejujuran. sesungguhnya suatu pekerjaan dilakukan dengan ikhlas merupakan sebuah ibadah, dan kejujuran serta keterbukaan pada rakyat, akan membuat rakyat percaya. dan semua akan senyum bahagia melihat para wakil rakyatnya. keterbukaan itu yang diperlukan, agar rakyat selalu percaya. dan InsyaAllah hilanglah kata korupsi itu.

engkaulah wakil rakyat, pegang kepercayaan rakyat. jalani dengan ikhlas dan jujur. majulah Indonesia!

You May Also Like

7 comments

  1. emelia: merdeka !! cemungudd kaka :D

    benabda: ditunggu ya, aku gapinter buat ilustrasi pake software editing photo -o-

    ReplyDelete
  2. Rakyat desa : Kami tidak menuntut banyak, "BANGUN WC UMUM / MCK YANG BAGUS BUAT KAMI" #lho...

    Kami aset bangsa, kami akan melegokan Harga saham kami ke tetangga sebelah TIMOR LESTE, daripada ke MALAYSIA mending TIMOR LESTE deh....

    ReplyDelete
  3. radio konyol: terima kasih untuk saran konyolnya:P merdekalah Indonesia!

    ReplyDelete